Mahasiswa Universitas Pasundan & Chonuk Korea Kembali Baksos Dipangalengan

Hadiri Konferensi Ke-4 EEO BULT di Filipna
December 10, 2017
Mahasiswa Asing Universitas Pasundan Tampil Dalam Gebyar Pesona Wisata Indonesia
February 23, 2018
Show all

Mahasiswa Universitas Pasundan & Chonuk Korea Kembali Baksos Dipangalengan

Sebanyak 27 mahasiswa Chonbuk National University, Korea Selatan, bersama para mahasiswa dan unsur pimpinan Universitas Pasundan, sebelum melaksanakan baksos di sekolah-sekolah, dan masyarakat tidak mampu di Desa Sukamanah, Pangalengan, Kab. Bandung.

Halaman Desa Sukamanah, Pangalengan, Kab. Bandung, mendadak dipenuhi remaja bermata sipit yang baru turun dari angkutan perdesaan. Ya, mereka adalah mahasiswa dari Chonbuk National University, Republik of Korea yang jauh-jauh datang ke Bandung Selatan, di kaki Gunung Malabar, dipimpin guru besarnya, Prof. Choi Won Gyu. Mereka berasal dari berbagai fakultas dan program studi.

Hari itu, Senin 29 Januari 2018, dilangsungkan acara pembukaan Bakti Sosial Mahasiswa yang keempat kalinya, yang merupakan kerjasama Universitas Chonbuk dengan Universitas Pasundan. Sebanyak 25 mahasiswa (10 laki-laki, dan 15 perempuan) dari Korea, ditambah delapan mahasiswa dari Universitas Pasundan, selama dua minggu akan berada di tengah-tengah masyarakat perkebunan teh yang dulu dibuka oleh Karel William Boscha.

“Sampurasun …,” demikian Prof. Choi mengawali pidato pembukaan yang acaranya bertempat di GOR Desa Sukamanah. Selanjutnya pidato Prof, Choi menggunakan bahasa Inggris. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak Unpas, pemerintahan desa, dan segenap masyarakat yang telah menerima rombongan dari Universitas Chonbuk. “Mudah-mudahan kedatangan kami ke sini memberi manfaat,” katanya.

Pada kesempatan acara pembukaan tersebut, dari pihak Unpas hadir para Wakil Rektor, serta para Dekan dan unsur pimpinan Unpas lainnya. Demikian pula beberapa tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan dari sekolah menyempatkan datang sebagai undangan. Tiga mahasiswa Unpas yang menjadi pembawa acara memandu dengan tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Korea.

Acara diresmikan oleh Warek I Unpas, Dr. H. Jaja Suteja, SE, M.Si, setelah menyampaikan sambutan atas kedatangan rombongan dari Universitas Chonbuk. Disampaikannya bahwa kegiatan bakti sosial merupakan realisasi salah satu program kerjasama Unpas dengan Chonbuk National University.

Kedelapan mahasiswa Unpas yang mendampingi rombongan dari Korea adalah Ari Putra Maulana dan Isma Meitisya Nur (FISIP), Yuke Ladesar dan Muhammad Fachri Setiyanto (FT), Dikdik Jafar Sidik dan Rismi Ocy (FKIP), Aldian Pratama dan Fani Ningrum (FEB). Selain harus menguasai bahasa Inggris, di antara mereka ada juga yang sudah fasih berbahasa Korea.

Sebelum acara pembukaan pun, kegiatan bakti sosial sudah mulai dilakukan di beberapa sekolah yang terdiri dari SMN 2 Pangalengan, SDN Gamblok dan SD Mardi Utama, sebab rombongan dari Korea datang ke lokasi dua hari sebelumnya (tanggal 27 Januari 2018).

Sambutan disampaikan pula oleh Sekdes Sukamanah, Asep Rahmat Hidayat, yang pada intinya berupa kegembiraan atas kegiatan bakti sosial. “Kami merasa senang, ternyata mahasiswa dari Korea menyukai daerah kami. Terbukti dengan kunjungan yang keempat kalinya,” katanya.

Kegiatan bakti sosial dilaksanakan setiap hari. Para mahasiswa mendatangi beberapa sekolah, baik SD maupun SMP, untuk memberikan materi bahasa Korea, cara membuat kerajinan, paduan suara, taekwondo, komputer dan bermacam permainan. Selain itu juga menginap semalam serta memberian sembako kepada masyarakat jompo dan tidak mampu di Desa Sukamanah.

Untuk selama dua minggu, para peserta bakti sosial menginap di Guest House Buscha yang terletak di tengah-tengah hamparan kebun teh, dengan udara dingin menusuk kulit. Untuk keperluan transportasi, sengaja mereka mengunakan angkutan perdesaan di wilayah setempat, agar bisa lebih berbaur dengan penduduk.

Dikatakan Ocy yang fasih bahasa Korea bahwa tanggapan dari masyarakat, khususnya dari anak-anak sekolah atas kedatangan rombongan bakti sosial mahasiswa ini sangat antusias.

“Pada dasarnya kawan-kawan dari Korea bisa berkomunikasi dengan masyarakat, melalui berbagai cara,” ucapnya. Dengan kata lain, mereka bisa beradaptasi dengan kondisi masyarakat setempat.***

Leave a Reply